Senin, 14 November 2011

Kompile kernel 3.0.4 di debian 6.0

Setiap orang pasti ingin menggunakan yang terbaru, lebih bagus lagi kalo hasil buatannya sendiri, itulah yang seharusnya kerena kita manusia harus bisa menjadi subjek bukan objek. Manusia yang bisa menempatkan diri sebagai subjek itulah manusia yang terbaik. Sudah selayaknya kita semua ini menjadi yang terbaik, menjadi produsen bukan komsumen.

Open Source memberikan tempat bagi kita yang terbaik untuk melakukan sesuai selera kita sendiri. Kita layak untuk menjadi yang terbaik itu dengan mempelajari cara kerja sistem operasi yang diizinkan untuk mengimprov  sistem sesuai dengan selera kita. Artikel yang saya tulis kali ini akan menjelaskan bagaimana kompile kernel terbaru sesuai selera kita sehingga kita akan senang jika sudah berhasil. Setelah kita lakukan kompilasi kernel kita akan merasakan hal berbeda dan sangat menyenangkan betapa tidak kita bisa mengkompile kernel sendiri.

cara untuk kompile kernel itu banyak ternyata, jika kita melakukan serching diinternet sangat banyak tutorial yang menjelaskan hal ini, namun untuk debian sangat sedikit. Saya sudah melakukan kompile kernel puluhan kali namun yang berhasil baru sekali saja, perintah yang saya gunakan ini sesuai dengan buku panduan linux dalam bahasa ingris dan juga serching di internet. begini caranya :

1. Siapkan komputer yang sudah terinstall debian versi 6.0, yang terakhir juga boleh karena yang terakhir saat ini adalah versi 6.0.3.

2. Siapkan juga mud karena butuh waktu lama bahkan pengalaman saya seharian tergantung dari konfigurasi dan kecepatan komputer kita.
3. download  kernel terbaru dari http://kernel.org
4. ketikkan sudo su (enter)

5. kopikan file yang disudah diownload tadi ke /usr/src dengan perintah
# cp linux-3.0.4.tar.bz2 /usr/src

6. pindah ke /usr/src dengan perintah
# cd /usr/src

7.extrak file kernel dengan perintah
$ tar xfvj linux-3.0.4.tar.bz2

8. Install terlebih dahulu beberapa dependensi untuk dukungan kompilasi nantinya
# aptitude install build-essential qt4-dev-tools ncurses-dev

9. Konfigurasi dari kernel yang akan di compile.
# cd linux-3.0.4
# make menuconfig
# make
# make modules

10. Jika terjadi error, lakukan seperti berikut
# make CONFIG_DEBUG_SECTION_MISMATCH=y

11. Instalasi modul-modul kernel
# make modules_install

12. Instalasi kernel 3.0.4
# make install

13. Membuat Initial ramdisk image
#  cd/boot
# mkinitramfs -o initrd.img-3.0.4 3.0.4

14. Perbaharui grub dengan perintah
# update-grub

15. Selesai, silahkan di restart kompiternya, selamat menikmati
# reboot

Catatan :
Keberhasilan saudara dan kita semua tergantung dari kerja keras kita sendiri, namun jangan lupa mengucapkan terimakasih kepada Allah sebagai rasa syukur kita telah diberi ilmu pengetahuan dan diberi hidup untuk menikmati kehidupan ini. Rasa syuur itu harus diwujudkan dengan perbuatan sebagai abdi Allah.

sumber :
berbagai sumber buku dan internet.

Jumat, 16 September 2011

Perintah Dasar Linux


Secara umum perintah-perintah Linux memiliki sintaks : perintah [option] [argument]. Option merupakan pilihan yang  dapat kita gunakan untuk memberikan hasil tertentu dari suatu perintah. Argumen umumnya merupakan sesuatu yang akan diproses oleh perintah, misalnya nama file atau nama direktori.
Namun anda juga dapat menjalankan sebuah perintah tanpa harus menambahkan option dan argument. Perlu diketahui bahwa semua perintah-perintah yang ada di linux case sensitive yang berarti membedakan huruf besar dan huruf kecil. jadi perintah LS akan dianggap berbeda dengan ls. Sekarang kita mulai dengan perintah-perintah dasar yang umum digunakan dalam Linux :
startx Fungsinya untuk menjalankan X-Window
halt Fungsinya untuk untuk mematikan sistem atau di windows biasa disebut shutdown
cd x atau cd /x Fungsinya untuk masuk ke direktori x
cd .. atau cd ../ atau cd/.. Fungsinya untuk pindah ke direktori satu level di bawah
x lalu [tab] [tab] Fungsinya untuk mengetahui perintah apa saja yang tersedia yang berawalan huruf x
adduser Fungsinya untuk untuk menambahkan user baru
ls atau dir Fungsinya untuk untuk melihat isi suatu direktori
cat Fungsinya untuk melihat isi dari suatu file text
mv x y Fungsinya untuk memindahkan atau merename file x ke file y
cp x y Fungsinya untuk mengkopi file x ke file y
rm x Fungsinya untuk menghapus file x
mkdir x Fungsinya untuk membuat direktori x
rmdir x Fungsinya untuk menghapus direktori x
rm -r x Fungsinya untuk menghapus direktori x beserta seluruh isinya
rm p Fungsinya untuk menghapus paket tertentu
df atau df x Fungsinya untuk mengetahui space kosong dalam device x
top Fungsinya untuk mengetahui status memori (tekan q untuk quit)
man x Fungsinya untuk mengetahui keterangan manual dari suatu perintah
less x Fungsinya untuk melihat isi dari suatu file text
echo x Fungsinya untuk mencetak isi dari suatu file x ke screen
mount Fungsinya untuk menghidupkan/mengikat suatu device seperti cdrom, Flash disk dan lain2
reboot atau [ctl + alt + del] Fungsinya untuk reboot(restart)
chmod Fungsinya untuk mengubah permission suatu file
ls -l x Fungsinya untuk melihat isi suatu direktori secara rinci
ln -s x y Fungsinya untuk membuat link dari suatu file x ke file y
find x -name y -print Fungsinya untuk menemukan file y, dengan mencari mulai dari direktori x dan tampilkan hasilnya pada layar
ps Fungsinya untuk melihat seluruh proses yang sedang berjalan
kill x Fungsinya untuk mematikan proses x (x adalah PID di dalam ps)
[alt] + F1 – F7 Fungsinya untuk berpindah dari terminal 1 – 7 (ciri khas Linux)
lilo Fungsinya untuk membuat boot disk
[ctl] + [alt] + [backspace] Fungsinya untuk keluar dari X-Window jika terjadi trouble
[ctl] + [alt] + F1 – F6 Fungsinya untuk pindah dari satu terminal ke terminal lain
Linux juga memberi kesempatan untuk bekerja pada dua pilihan yakni pada sisi root dan user, untuk root lambangnya adalah # (cress), sedangkan untuk user lambangnya adalah $ (string).
kira-kira itu lah beberapa perintah-perintah dasar yang sering di gunakan, semoga artikel ini bermanfaat buwat sodara-sodara yang baru berkenalan dengan linux.

Rabu, 22 Juni 2011

Open Source vs. Closed Source Software: The Great Debate

1) Open Source Software

Open source software can be defined as software distributed under a licensing agreement which allows the source code (computer code) to be shared, viewed and modified by other users and organisations.

Cost

Open source software is free. This is a huge draw card, and if your in-house capabilities are such that you are able to implement, train and support at little cost to your organization it may be an attractive option. Having said that, open source software requires a certain level of technical expertise in order to manage content. It is therefore important to take into consideration the costs incurred once the software is obtained may be substantial unless the resources are already in place to manage it. Long term costs include the cost of implementation, innovation, the opportunity cost incurred battling with service/support issues, and the costs associated with investment in infrastructure due to a general inability to scale (assuming the organisation will grow and develop and will therefore have evolving requirements). Notably, open source software providers are increasingly charging for add- ons, additional services and integration. The total cost of ownership for open source software may roughly equal some closed source options as a result.

Service and Support

Service is one of the key issues regarding open source software. Open source software relies on its online community network to deliver support via forums and blogs. While there are massive, loyal and engaged online communities that users can turn to, time-poor consumers of today are familiar with the immediate service and support that enables issues to be resolved in a timely manner, and these communities cannot guarantee the high level of responsive service and support proprietary software can offer.

Innovation

Open source software enables innovation by providing users with the freedom and flexibility to adapt the software to suit, without restriction. However, innovation may or may not be passed on to all users of the software. It is a user’s prerogative whether they wish to share their innovation with any online communities, and users must be actively participating in these communities to become aware of such innovations. It has been debated whether customized changes to the original source code limit the future support and growth of the software, as these can potentially result in a limited ability to apply future updates, fixes or modules aimed at improving the software, leaving the user with a version that may have irresolvable issues. It is relevant to note that open source software providers generally struggle to attract large scale R&D.

Usability

Open source software has been highly criticized for its lack of usability, as generally, the technology is not reviewed by usability experts and does not cater to the vast majority of computer users. Open source software is generally developer-centric, and without system administration experience or the knowledge required to manipulate programming language, use of the software and ability to fix errors as they arise is often limited to those with technical expertise. Furthermore, open source software does not legally require documentation such as user manuals or guides, hindering the creation of such tools. When documentation is provided, it is often general, containing implicit jargon, inhibiting learning. Without adequate documentation users must rely on alternative means such as online communities, assuming they are capable of finding them and the problem is one others have encountered or are willing to help resolve.

Security

Open source software is often viewed as having security issues. New data from Forrester Research has shown that 58% of IT Executives and technology decision makers in large companies are concerned about the security of open source software. Open source software is not necessarily developed in a controlled environment. While big players often have a concentrated development team, oftentimes the software is being developed by individuals all over the world who may not work on the software for the duration of its developing lifetime. This lack of continuity and common direction can lead to barriers to effective communication surrounding the software. Furthermore, open source software is not always peer reviewed or validated for use. While users are free to examine and verify source code, the level of expertise required means that it is entirely possible for a programmer to embed back door Trojans to capture private and confidential information without the user ever knowing. Adopting a reputable brand with a concentrated development team supported by a strong online community will reduce the potential risk.

2) Closed Source Software

Closed source software can be defined as proprietary software distributed under a licensing agreement to authorized users with private modification, copying and republishing restrictions.

Cost

The cost of proprietary software will vary from a few thousand to a few hundred thousand dollars, depending on the complexity of the system required. This cost is made up of a base fee for software, integration and services and annual licensin g/support fees. This cost may be prohibitive for some; however what the user is paying for is a more customized product from a trusted brand that includes higher levels of security and functionality, continuous innovation, a greater ability to scale, ongoing training and support and a lower requirement for technical skills. In order to support these elements and maintain high availability websites, a mechanism must be in place to recoup the costs. As mentioned previously, increasingly open source software providers are also charging for add-ons, additional services, and integration, reducing the gap in cost between the two options.

Service and Support

If the internet is an important channel for an organisation, software is often a secondary concern, with service level and support structure requirements taking precedent in favour of maximising uptime and minimising downtime. Service is probably the greatest advantage of using proprietary software. Proprietary software providers offer ongoing support to users, a key selling point for users without technical expertise. If the user manual or guide is not enough, or if a user experiences a problem with the software, there is an immediate point of call to turn to for assistance. There is a certain reduction in the risk undertaken with proprietary software because users are working with companies that are viable, and people with intimate knowledge of the products and services being used should any questions arise. Because service is one of the main reasons users choose proprietary over open source software, many proprietary software providers compete on service, increasing the b argaining power of buyers and thereby increasing customer service levels among providers.

Innovation

Proprietary software providers do not allow users to view or alter the source code. While this may be viewed as a disadvantage to some, it ensures the security and reliability of the software. Furthermore, many proprietary software providers customize software for specific users to provide more flexibility while investing in R&D in order to regularly offer new products and upgrades. Moreover, proprietary software providers have online user communities that create value by sharing ideas, strategies and best practices through feedback mechanisms such as forums and surveys, which also foster innovation and allow the product to adapt with changing needs. This innovation comes fully tested, and is available to all users of the software. It does not require investment in R&D or the technical understanding of source code, and assistance with implementation is generally part of the package. Because vendors must ensure their software does not become redundant, users also benefit from the type of targeted innovation undertaken- continuous investment in R&D rather than “innovation for innovation’s sake”, business focused rather than technology focused.

Usability

Proprietary software generally employs expert usability testing, and as the software is normally aimed at a more targeted audience, and therefore more tailored, usability is generally ranked quite high. In addition, detailed user manuals and guides are provided. This enables faster training and provides an immediate reference, allowing users to move along the learning curve more quickly. Supporting services include seminars, targeted training courses and extensive support to help maximise use of the software. It is also important to note that while many people see proprietary software as “closed”, today’s proprietary software offers a vast array of mechanisms for enhancement by third party systems and developers.

Security

Proprietary software is viewed as more secure because it is developed in a controlled environment by a concentrated team with a common direction. Moreover, the source code may be viewed and edited by this team alone, and is heavily audited, eliminating the risk of back door Trojans and reducing the risk of any bugs or issues with the software.

Senin, 30 Mei 2011

Linux dan FOSS untuk Dunia Pendidikan

Free/Open Source Software

1. Open Source Software (OSS): Program komputer yang didistribusikan dengan tetap menyediakan kode-nya, dan mengizinkan orang lain mempelajari, memodifikasi atau mengembangkan, dan mendistribusikannya.

2. Free Software: Istilah serupa dengan OSS yang lebih menekankan kebebasan dalam menggunakan, mempelajari, memodifikasi, dan mendistribusikan program, secara berbayar maupun gratis. Free = Freedom.

dari pengertian diatas jelaslah yang dimaksudkan disini bukan hanya geratis tetapi lebih menekankan kepada Freedom atau bebas.

Lebih jelasnya klik link berikut http://harumanja.wordpress.com/2011/05/30/linux-dan-foss-untuk-dunia-pendidikan/

Minggu, 23 Januari 2011

Install LibreOffice di ubuntu 10.10


Apa kabar OpenOffice, belakangan ini OpenOffice sudah tidak ada kabarnya lagi, Fedora 14 yang sudah dirilis beberapa bulan yang lalu sudah tidak menggunakan OpenOffice lagi tetapi LibreOffice sebagai penggantinya.
Bagi pengguna Ubuntu versi 10.10 kebawah belum tahu juga nih bagaimana kabar Ubuntu 11.04 sudah dirilis yang sudah mulai rilis, disini saya akan menjelaskan bagaimana cara menginstall LibreOffice, dan mengucapin semalat jalan kepada OpenOffice.
Seperti biasanya linux bisa diinstall dengan berbagai cara khusus untuk debian, ubuntu dan kelompoknya bisa menggunakan file deb. namun bisa juga menggunakan PPA, bagi yang ingin install dengan PPA ikuti langkah berikut :
Seperti biasa jalankan terminal kemudian ketikkan perintah berikut :
$ sudo apt-get purge openoffice*.*

$ sudo add-apt-repository ppa:libreoffice/ppa

$ sudo apt-get update

$ sudo apt-get install libreoffice
untuk mendapatkan tampilan yang baik dengan desktop environment Gnome lakukan perintah berikut L

$ sudo apt-get install libreoffice-gnome

Sedangkan bagi pengguna KDE lakukan perintah berikut :

$ sudo apt-get install libreoffice-kde

Ok terus belajar yah biar tidak ketinggalan, semamat datang LibreOffice dan selamat jalan OpenOffice dan untuk pembaca selamat menikmasi, mari mengikuti perkembangan teknologi sepaya sukses.

Kamis, 13 Januari 2011

install Gyach1 di ubuntu 10.10

Bagi sebagian kita yang seringa chatting di windows sudah pasti kenal dengan Yahoo Messenger, bagaimana dengan pengguna linux ??.
Aplikasi Linux juga memiliki Yahoo Messenger hanya saja namanya berbeda dan selalu berbasis open source, syaratnya yah harus berusaha menginstall ke komputer yang kita gunakan.
Cara menginstallnyapun juga beragam cara bisa menggunakan ppa atau juga menggunakan file .deb jika pengguna sistem komputer menggunakan ubuntu linux beserta kelompok debian.
Nama dari aplikasi ini adalah GYACHI, GYACHI dilengkapi webcam dan sarana chetting lainnya sama halnya dengan Yahoo Messenger, saya menggunakan ubuntu 10.10 dan terus terang merasa kesulitan untuk menginstallnya, dulu sewaktu menggunakan ubuntu 10.04 tidak serumit ini pikir saya.
Saya browsing kesana kemari mencari artikel diblog tentang cara menginstall Gyachi dan akhirnya ketemu alamat blog yang bisa dijadikan panduan menginstall.
cara menginstallnya sebagai berikut :
1. jalankan terminal seperti biasanya kita bermain diterminal
klik aplikasi - asesseris - terminal (mengingatkan)
2. ketikkan perintah tersebut pada terminal
$ sudo add-apt-repository ppa:adilson/experimental
3. update sistem juga dari terminal
$ sudo apt-get update
4. terakhir install gyachi juga diterminal
$ sudo apt-get install gyachi

semoga bermanfaat

Minggu, 19 Desember 2010

Install dan Konfigurasi VirtualBox Ose di Ubuntu 10.10

Saat ini masih banyak masyarakat enggan menggunakan Software Open Source dan free, heran memang tapi begitulah kondisi rang kita di Indonesia, padahal pemerintah sudah mengeluarkan Kepres tentang penggunaan saftware legal, dan saat ini Menkomimfo juga gencar memberikan pelatihan tentang open source. Alasan masyarakat bolehe dibilang klasik dan terkesan mengada-ada, yang jelas intinya tidak mau belajar lagi.
Dunia pendidikanpun masih terjadi hal seperti ini, bahkan salah satu Akademik bilang kalo kampusnya belum mampu mengganti ke Open Source, pertanyaan kapan akan mampu kalo tidak pernah dimulai. yang sering disudutkan adalah dosennya sendiri, pernyataan yang sering muncul adalah dosen belum mampu bahkan tidak bisa menggunakan open source. Wah mendingan tidak usah ngaku dosen kalau tidak mau belajar lagi untuk mahasiswa juga sama mendingan bobok aja di rumah kalau tidak mau belajar cuma maunya contek aja mendingan bobok jelas, maaf kalau ada yang tersinggung cuma manas-manasin loh.
Nah bagi yang belum minat di open source nih, saya kasih tahu satu hal penting kebetulan saya gunakan linux ubuntu 10.10 opensource siaptuh saya harus ngajar VB 6.0 bahasa pemrograman yang bleh dibilang sudah basi tetapi masih banyak penggunanya. Karena komputer saya sudah pake linux dan saya gak mau lagi ganti SO dan saya juga sudah bosan paken banyak sistem operasi, saya cari akal bagaimana caranya install VB 6.0 ke linux.
Jawabnya bisasih pake wine tetapi masih banyak kendala yah maklum aja tidak tempatnya. Solusi yang mungkin tepat sekaligus untuk coba-coba saya gunakan VirtualBox Ose yang saya install menggunakan pusat perangkat lunak ubuntu seperti gambar diatas, beres virtualBox Ose sudah terinstall, selanjutnya tinggal install SO Windows disana atau SO lainnya untuk coba-coba, namun terjadi kendala secara default virtualbox tidak bisa membaca usb yah usbnya terkunci dengan begitu tidak bisa digunakan, tetapi jangan kuatir gampang carangan buka aja kuncinya. Caranya gampang koq perhatikan gambar berikut :
Agar lebih mudah ok deh saya tulis ulang nanti tinggal kopy paste aja.
cara jalankan terminal biasa andalan linux pakai grafis aja ketikkan disana seperti ini

$ sudo gedit /etc/init.d/mountdevsubfs.sh
(enter jangan lupa yah)
akan muncul layar kosong siaptuh tuliskan ini :

#
# Magic to make /proc/bus/usb work
#
mkdir -p /dev/bus/usb/.usbfs
domount usbfs “” /dev/bus/usb/.usbfs -obusmode=0700,devmode=0600,listmode=0644
ln -s .usbfs/devices /dev/bus/usb/devices
mount –rbind /dev/bus/usb /proc/bus/usb

kalo malas nulis kopikan aja siaptuh simpan dan virtualbox bisa langsung dijalankan.
sampai disini dulu yah semoga bermanfaat ..

Selasa, 26 Oktober 2010

Upgrade Ubunto 10.4 ke 10.10 online



Virus ubuntu linux open source mengjangkiti warga kota Pekanbaru, Warga terutama dosen dan mahasiswa dihebohkan ubuntu 10.10. Dikampus tempat saya bekerja ubuntu 10.10 mulai diinstall di komputer karyawan dan dosen. Penginstallan ini atas permintaan Dosen dan Karyawan itu sendiri. Mahasiswa juga mulai ribut dengan Linux ini.
Komunitas Pengguna Linux dan FOSS semakin semakin dicari sebagai media pembelajaran. Komunitas kecil yang bernama 'F1ng F/OSS' Community pun kebanjiran anggota untuk bergabung. 7 orang mahasiswa dan dua orang dosen dari berbagai perguruan tinggi dan universitas menyatakan diri untuk bergabung pada F1ng FOSS communitas ini.
Mau tidak mau saya juga harus upgrade ubuntu yang saya pake dan umum dipake anggota komunitas, memang beberapa anggota komunitas sudah melakukan upgrade ubuntu dari 10.4 ke 10.10 menggunakan cd installer, automatis install ulang dan install semua aplikasi pendukung, apalagi pengguna semua pengguna ubuntu tahu kalo ubuntu menyembunyikan pasilitas upgrade saat penginstallan.
Seorang teman brosing di internet dan menemukan cara untuk mengupgrade secara online dengan menggunakan update manager bawaain ubuntu itu sendiri. Situsnya saya lupa dalam bahasa inggriss memang, seingat saya situs komunitas ubuntu. caranya gampang koq, ikutin langkah - langkah ini yah :
Buka terminal dari Aplication, Assessoris, teminal
ketikkan
$sudo su -
masukkan password
#update-manager -d
akan muncul update manager seperti biasa diubuntu lihat sudut kanan atas lalu klick upgrade,
beresdeh tinggal tunggu saja beberapa jam lah.
ada trik nih biar gak jenuh nunggu, itu yang saya lakukan tadi malam, tadi malam jam 23 lebih atau kurang dikit saya mulai lakukan upgrade di laboratorium kampus, saya tunggu beberapa saat sampai keadaan normal, atau pastikan sudah tidak ada lagi yang perlu di klick,
sampai kurang lebih dikit jam 23.30 saya pastikan tidak ada masalah dan tinggal nunggu, saya colokkan aja charger batrai ke arus listrik dan saya tinggal pulang (bobok hehehe ...). Pada pagi harinya saya datang lagi kekampus, laptop saya sudah mati sendiri karena gak ada proses. langsung saja saya restart dan hasilnya woau upgrade sudah selesai.

Jumat, 22 Oktober 2010

upgrade fedora 12 menjadi fedora 13


Upgrade dan Update apasih bedanya?, update artinya melakukan pemeliharaam terhadap sistem sedangkan upgrade dapat juga dikatakan meningkatkan versi sistem ke arah yang lebih baik atau yang terbaru. Update sistem dilakukan dengan cara mengetikkan perintah berikut pada konsul
$su -
#yum update
selanjutnya tinggal menunggu hasil, lama waktu update tergantung dari besar kecilnya paket yang akan diupdate bisa mencapai beberapa jam, pengalaman saya untuk melakukan update ini butuh waktu 4 jam itu juga tergantung dari kecepatan koneksi internet yang digunakan, yang jelas paket download yang dibutuhkan mencapai 840 MB lumayan besar nih, maka dari itu persiapkanlah mud diri kalo sedang gak mud bisa kacau.
Setelah melakukan update saya jadi ingin melakukan upgrade kebetulan versi fedora yang saya gunakan versi 12 sedangkan yang sekarang versi 13, saya kurang mud kalo harus install ulang menggunakan cd karena banyak hal akhirnya saya browsing di internet dan saya temukan langkah langkah upgrade fedora online disini.
Sambil menunggu saya mengetik tulisan ini, biasa dari pada saya gak mud lagi mendingan saya nulis sesuatu yang mungkin bisa bermanfaat. langkahnya cukup mudah koq, tinggal ikutin aja gampang.

Kamis, 21 Oktober 2010

Install Apache dan MySql di ubuntu


Seperti biasa hari ini saya menulis kembali, sebenarnya hari ini saya lagi gak mud, sorrynya saya tidak gunakan bahasa baku, yang penting bisa dpahami gitu aja cukup. Tadi malam saya update fedora cukup lama sampai jam 1 dini hari baru selesai, jam 2 pagi saya baru bisa tidur, pagi ini saya harus ngantor wah terasa juga nih badan akibatnya ngantuk deh, resiko pegadangkerjapun jadi gak mud, mau nulis juga gak mud pokoknya gak mud.

Ok gak papa dari pada bengong lebih baik nulis, mikirin cinta juga gak jelas nulis jelas beramal, mudah-mudahan jadi amal, walaupun hanya di blog anggap aja latihan siapa tahu darat durian runtuh ketimpok kepala benjol, hehehhee.

Dulu saya bingung bagaimana caranya install apache dan konco-konconya di ubuntu, soalnya gak ada buku yang membahas tentang ini tetapi berkat browsing di internet akhirnya selesai juga. ternyata gak susah-susah amat, gampang-gampang saja koq yang penting mau mencoba, gitu aja cukup, keberanian mencoba itulah modal utama dalam mempelajari sesuatu.

ada banyak cara menginstall apache di ubuntu salah satunya ikutin link berikut, cara saya sedikit berbeda dengan cara yang ada pada link tadi, karena saya menmggunakan panduan milik debian. yah debian dengan ubuntu kan saya walaupun ada perbedaannya, gak usaha dipikirkan perbedaan itu yang penting bisa jalan dengan normal atau tidak itu aja cukup.

ok langkahnya sebagai berikut :

Langkah Pertama, install apache dengan perintah

#sudo apt-get install apache2 apache2-doc

jangan lupa di tekan enter yah setelah itu biasanya sistem akan meminta password. masukkan aja password nya dan kemudian tekan y untuk melanjutkan proses installasi. seperti biasa saratnya harus konek internet.

Setelah selesai tinggal lakukan ujicoba pada browser, pada alamat browser ketikkan aja localhost, akam muncul hello word artinya sistem sudah terpasang dengan baik. pokoknya asal sudah konect dan tidak ada pesan error berarti sudah aktif deh.

langkah kedua : Install modul apache2

perintah untuk mengintallnya sebagai berikut :

#Sudo apt-get install libapache2-mod-perl2 mysql-server-5.1 libapache2-mod-php5 php5-cgi php5 php5-cli php5-curl php5-gd php5-mysql php-pear mysql-server-core-5.1 mysql-server-5.1 mysql-cluster-server-5.1

sama seperti langkah diatas tinggal tekan y aja installasi akan berjalan dengan sendirinya.kalo ini semua sudah selesai sekarang tinggal konfigurasi untuk menjalankan apachenya. sampai disini dulu aja yah besok disambung lagi untuk konfigurasi apache php dan mysql.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Update di Ubuntu


Ubuntu persi 10.4 menang agak sedikit berbeda dengan ubuntu versi sebelumnya, dalam hal tertentu tentu sama. Perbedaan memungkinkan bagi kita untuk menambah ilmu pengetahuan dan pemahaman tenteng linux itu sendiri. Ubuntu saat ini sudah banyak memiliki varian diantaranya BalonkOn yang pada bulan ramadhan ini dirilis BlankOn Muslim Edition yang diberi nama BlankOn Sajadah.
link download untuk BlankOn Sajadah
Seperti halnya OS induknya itu sendiri yakni Ubuntu Versi 10.4, BlankOn Sajadah juga mudah digunakan, hanya tinggal masukkan cd tanpa harus terinstall pada komputer. CD ini dikenal dengan CD LIVE, yang namanya live yah langsung gitu.
saya sendiri juga belum mencoba blankon versi ini sih tetapi biasa sama saja dalam hal tertentu terutama file repo dan update.
Tulisan ini saya kususkan untuk update ubuntu yakni ubuntu 10.4 yang saya gunakan saat ini. Sebenarnya sih saya lagi kurang mut menulis karena ada pertanyaan dari seorang teman makanya kembali saya harus tulis ini, moga - moga membantu, dan juga menjadi amal tentunya bagi saya dan bagi teman - teman yang mau menyebar luaskan informasi berupa ilmu pengetahuan secara gratis.
Ok kita mulai saja, sebelumnya saya ceritakan pengalaman saya dulu yah, susah senangnya saya menggunakan ubuntu versi 10.4 ini dan susahnya saya gunakan linux tentunya.
Saya kenal linux ini sudah lama dan saya juga sudah menggunakan sejak tahun 2003 namun karena keadaan saya terpaksa deh mengikuti aturan kampus yang menggunakan so lain, dibilang terpaksa yah terpaksa juga dibilang tidak yah tidak juga, pokoknya harus gunakan itu kenapa karena itu yang diajarkan.
Saat ubuntu 10.4 muncul saya langsung kembali ke linux kali ini dengan sungguh - sungguh apapun yang akan terjadi biarlah terjadi, itu yang ada dibenak saya. teman - teman pun pada memberi semangat dengan mengajak belajar bareng yah tentunya saya di tunjuk sebagai mentor (gurulah bahasa kerennya), yah namanya permintaan ya saya sanggupi aja, pikir saya waktu itu yah belajar bareng terus kalo ada masalah yah di selesaikan secara bersama gitu.
Pas hari pertama belajar kami terbentur masalah yang cukup membuat sakit kepala, apa itu masalahnya wifi gak terdetek. Masalah ini sangat rumit bagi saya kemudia saya bilang sama temen-temen komputer saya koq bisa yah mungkin nih versi komputer yang perlu dicari permasalahannya. Artinya ada Hardware da tidak didukung begitulah kira atau driver untuk kooputer tertentu emang belum atau tidak didukung, coba cari solusinya di internet. Internet yah gak mungkin dong pak katanya (kebetulan mereka ini juga mahasiswa saya jadi yah manggilnya selalu bapak), Saya jawab dengan sepele aja colokkan aja kabel ke Lan gitu kan gampang, tanpa harus konfigurasi terus cari di internet bagaimana cara mengatasi masalah ini.
Satu orang ada sangat kreatif dan akhirnya menemukan cara yang gampang cukup update kernel khusus Wifi lewat internet selesai. caranya gemana ya update aja ubuntunya sebanyak 2 kali (begitu kata teman saya)
in perintahnya..
jalankan terminal
- tekan ctrl + Alt + F2 atau lewal terminal dari acessoris
$ sudo apt-get ubgate
masukkan password
(tunggu sampai selesai siap itu lakukan upgrade)
$ sudo apt-get upgrade
(tunggu sampai selesai, waktunya tergantung dari jumlah paket yang di-upgrade)
hanya upgrade aja sudah menyelesaikan permasalahan cuma satu kuncinya harus selalu terhubung dengan internet, begitulah kira-kira, pake cd bisa sih ubtuk ubdate tetapi tentu tidak sebaru yang ada di internet.
kemudian ada persoalan baru lagi saat itu saya gunakan fedora 12, permasalahannya Touch Screen pada komputer saya juga gak terdetek,watu itu saya gak ambil pusinglah karena masih ada ubuntu 10.4 yang sudah terinstall pada komputer saya. Persoalannya muncul dari temen yang tiba-tida ada di Hp saya, Harun Touch Stcreen saya kod gak terdetek. Wah gawat nih saya harus cari juga permasalahan ini begitu pikir saya. Saya coba cari referensi untuk ini koq gak dapat-dapat yah, kemaren belum lama lah 2 hari sebelum saya nulis artikel ini saya ketemu teman kebetulan dia juga gunakan fedora namun versi 13. Saya coba tanyakan aja Touch Screennya ada masalah gak terus apa lebihnya dari versi 12, dia bilang sama saja. masalah Touch Screen saya yang gak terdetek gimana? tanya saya, cuma saya lihat begitu katanya. oh ini katanya cukup setting aja di mouse.
saya langsung aja klick System-Freferent-Mouse, Enable-kan aja katanya ternyata hanya itu persolannya.
Ok sampai disini dulu moga-moga bermanfaat, kritik saran dan apapun namanya itu tuliskan di komentar, biar saya tahu apa keluhan teman-teman dan kalo ada yang merasa memiliki ilmu yang tinggi tolong dong ajarin saya.. maklum saya masih belajar dan memiliki ilmu yang dikit jadi harus terus belajar. terima kasih

Kamis, 12 Agustus 2010

Pengenalan FOSS


Banyak yang bertanya apa itu FOSS ??, melalui artikel kecil ini saya akan mencoba menjelaskan apa itu FOSS dan Kegunaannya. hal ini mungkin penting biar semua paham tentang FOSS itu sendiri. Sudah cukup lama saya tidak menulis, hal ini dikarenakan kesibukan saya sebagai dosen, yah harap maklumlah, sebenarnya bukan itu saja tetapi saya juga sedang mempelajari dan mencoba FOSS itu.

Ibaratnya sedang bertapalah untuk menambah ilmu kebal hehehehe, di bukit perawan yang tidak dijamah oleh manusia, sambil mencari guru yang mumpuni tapi sayang sulit dapat gurunya soalnya banyak gurunya pada sibuk yah terpaksa deh bertapa, hehehe.

Sekarang saatnya saya turun gunung dan siap mencari murid, (helel sok sok an) sudahlah tidak perlu dipanjan lebarkan cukup sampai sini saja membualnya. sekarang kita mulai pengenalan FOSS bagi yang belum kenal, bagi yang sudah master mohon maaf yah kalo saya salah mohon diperbaiki jangan diketawain ok.

FOSS kependekan dari Free / Open Source Software. Free berarti gratis bukan gratisan begitu yang saya dapat dari bertapa (hehe kembali lagi nyeleneh), Open source berarti terbuka sumbernya sehingga memungkinkan untuk merubah dan mengganti serta memperbaiki jika terdapat kerusakan, artinya jelaskan yang terbuka itu sumbernya jadi disini siapapun anda dan siapapun saudara boleh merubah dan meperbaiki begitu (bukan kata mbah dukun, kata mas harum iya hehee), Software berarti perangkat lunak komputer. FOSS bearti sofware gratis/terbuka untuk dikembangkan dan diperbaiki bahkan dirubah.

Open Source Software (OSS) adalah perangkat lunak komputer yang kode sumber programnya tidak dirahasiakan atau terbuka, bebas disebarluaskan, program dapat dikembangkan bersama, dicopy, dimodifikasi/diperbaiki, dll. dg atau tanpa biaya: (sumber : www.opensource.org/docs/osd).

Sejarah kenapa software ngatis, ada yang mau tahu tidak, oklah mau tidak mau deh ini ceritanya Sebelum tahun 1976 semua software itu open source, lalu ada UU hak cipta yg melindungi proprietary software, maka 1983 ada gerakan Free Software. (sumber : Rusmanto Maryanto, seminar di Pekanbaru 2010). proprietary apa itu yah, monster kali yah bukan itu adalah software yang diperdagangkan, maksudnya yang dijual itu lisensinya doang gitu. wah apa itu lisensi ???, monster lagi tuh bukan lisensi itu izi penggunaan software begitu jadi kalo ada yang beli software kurang tepat yang tepat beli izin pakai.

Sejarah lagi yah tentang Free Software jadi Free Software adalah istilah yang lebih dulu ada (yakni tahun 1983) sebelum istilah Open Source ada (yakni tahun 1998). Free bukan gratis tapi Freedom (bebas atau merdeka). ini ada empat kebebasan dalam Free Software adalah: 1) bebas menggunakan untuk apa saja; 2) bebas mempelajari cara kerjanya; 3) bebas mengcopy; 4) bebas memodifikasi dan menyebarkan hasilnya, dg atau tanpa biaya (sumber : www.fsf.org).

Ok sampai disini dulu pelajarannya, oh iya untuk materi yang lengkap and bisa dibaca – baca dirumah download yah disini ni ni…

Kamis, 29 April 2010

Statistik


Peran statistik dalam penelitian sangat penting, maka untuk itu pembelajaran tentang statistik diperlukan, pembahasan kali ini adalah ststistik 2 yang difokuskan untuk penelitian, mata kuliahnya adalaha statistik lab. Peranan statistik dalam penelitian yaitu pada :
•Metode Penelitian
–Teknik – teknik yang digunakan pada metode penelitian menggunakan perhitungan statistik
–Teknik – Teknik ini diantaranya menentukan sample pada suatu object yang sedang diteliti
–Teknik Mendapatkan data dan pengolahan data juga menggunakan statistik
•Pengujian Hasil
–Melakukan uji hipotesis mengacu pada rumus – rumus statisik
Pembahasan meliputi statistik dengan perhitungan matematika sampai ke hasil pengujian, dikemas dalam beberapa materi.
Selengkapnya materi kuliah klick disini

Senin, 19 April 2010

Asembly


Bahasa Pemrograman adalah Sekumpulan perintah atau interuksi yang diberikan kepada komputer untuk melakukan tugas tertentu atau bekerja.

Bahasa Rakitan adalah Bahasa Pemrograman tingkat rendah yeng mempresentasikan simtem bilangan hexadesimal, Bahasa yang digunakan dimanakan Asembly dan komplailernya disebut Asembler

materi lengkap download disini

Kamis, 18 Maret 2010

Pengantar MySql

http://www.informit.com/ShowCover.aspx?isbn=0201596180

Structured Query Language (SQL) merupakan bahasa yang banyak digunakan dalam berbagai produk database. SQL dibangun di laboratorium IBM-San Jose California sekitar akhir tahun 70-an. Pertama kali dikembangkan sebagai bahasa di produk database DB2 yang sampai saat ini merupakan produk database andalan IBM. SQL sering di lafalkan dengan “sequel”.

Saat ini organisasi standar America (ANSI) menetapkan standar bahasa SQL yaitu ANSI-92 standard.

Pengantar Sql pertemuan Pertama.pdf

Membuat Database pada MySQl Pertemuan Kedua.pdf

Membuat Database dengan PHPMyadmin Pertemuan ketiga.pdf

Web Desain With HTML


World Wide Web (WWW) lebih dikenal dengan sebutan Web saja meruapakan salah satu layanan yang didapat oleh pemakai komputer yang terhubung ke internet.

Server web adalah komputer yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen web, komputer ini akan melayani permintaan dokumen web dari klinnya.

Browser web seperti explorer atau navigator berkomunikasi melalui jaringan dengan server web menggunakan HTTP, Browser akan mengirimkan request kepada server untuk meminta dokumen tertentu atau layanan lain yang disediakan oleh server web.

HTML (Hyper Text Markup Language) adalah file text murni yang dapat dibuat dengan editor text sembarang. Dokumen ini dikenal dengan web page. ada dua cara untuk membuat sebuah web page:

1. dengan menggunakan editor biasa misalnya Notpad dll

2. dengan menggunakan editor HTML misalnya Frontpage dll

dibawah ini saya berikan sebuah modul yang dapat di download sesuai dengan materi perkuliahan. Modul ini merupakan modul kuliah praktek

Materi Pertama (klik untuk mengunduh file)

Materi Kedua (klik untuk mengunduh file)

Materi ketiga (klik untuk mengunduh file)